





Tragedi Trowek 1959, anjloknya KA 31 Tjepat (Banjar-Bandung) yang menyebabkan 185 penumpang tewas dan 200 luka-luka, akibat gerbong yang lepas meluncur tak terkendali setelah berhenti di tanjakan
The story is quite complicated, dan ada dua versi. Bersumber dari:
https://roda-sayap.com/kecelakaan-kereta-api-di-trowek-1959/
-Rangkaian kereta terdiri dari 5 gerbong kayu "deking" (kosong)-1 gerbong pengawal-Lokomotif CC20021-1 gerbong barang-4 gerbong penumpang. Arah lokomotifnya mendorong gerbong deking dan pengawal. Fungsi gerbong deking dan pengawal, sebagai antisipasi sabotase dan penembakan oleh DI/TII yang rawan di jalur tersebut.
-Kereta sedang menuju ke arah timur, setelah sebelumnya melewati Stasiun Trowek (sekarang Cirahayu) dan sedang menanjak menuju Cipendeuy
-Lokomotif CC20021 mengalami loss of power saat sedang menanjak. Rangkaian kreta berhenti dengan rem.
-Masinis mengirim telegram menggunakan telepon ladang, meminta pertolongan ke stasiun Cipendeuy. Cipendeuy mengirimkan Lokomotif D52032
Versi A: Sebagian rangkaian dilepas agar mempermudah evakuasi bertahap. Ada miskomunikasi semboyan antara masinis-kondektur, menyebabkan gerbong belakang terdorong dan meluncur jatuh
Versi B: Ada seseorang yang melepas sambungan, dan gerbong tidak direm dengan baik sehingga meluncur jatuh